Tangerang, 7 Juli 2026 – PT Multi Makmur Lemindo Tbk (IDX: PIPA) menandai tonggak penting dalam perjalanan transformasi Perseroan setelah berhasil menyelesaikan sejumlah agenda strategis dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada 25 Juni 2026.
Pencapaian tersebut menjadi momentum awal bagi Perseroan dalam memperkuat fondasi bisnis pasca bergabungnya PT Morris Capital Indonesia (MCI) sebagai pemegang saham pengendali baru. Berbagai keputusan yang dihasilkan dalam RUPST dan RUPSLB mencerminkan komitmen Perseroan untuk memperkuat tata kelola perusahaan, struktur permodalan, serta arah pengembangan bisnis jangka panjang.
Salah satu capaian utama Perseroan adalah disetujuinya Laporan Tahunan Tahun Buku 2025 beserta pengesahan Laporan Keuangan Audited Tahun Buku 2025 yang memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja, Suhartono dan Rekan berdasarkan Laporan Auditor Independen Nomor 00224/3.0409/AU.1/04/0126-1/1/VI/2026 tanggal 19 Juni 2026.
Perolehan opini WTP tersebut mencerminkan komitmen Perseroan dalam menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG), meningkatkan kualitas pelaporan keuangan, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas kepada seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa proses transisi pengendalian Perseroan berjalan secara tertib, efektif, dan terukur. Dalam waktu yang relatif singkat, manajemen baru berhasil menyelesaikan proses konsolidasi organisasi, penyelarasan tata kelola perusahaan, serta penyusunan laporan keuangan audited sehingga Perseroan memiliki landasan yang lebih kuat untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya.
Pada RUPSLB yang diselenggarakan pada hari yang sama, pemegang saham juga menyetujui pemberian kewenangan kepada Direksi untuk melaksanakan seluruh persiapan dan tindakan yang diperlukan dalam rangka Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau Rights Issue. Persetujuan tersebut menunjukkan dukungan kuat dari para pemegang saham terhadap strategi Perseroan dalam memperkuat struktur permodalan guna mendukung ekspansi usaha dan pengembangan bisnis di masa mendatang.
Sementara itu, tiga mata acara lainnya, yaitu perubahan nama Perseroan, perubahan kedudukan dan alamat Perseroan, serta peningkatan modal dasar, belum dapat diputuskan karena belum terpenuhinya persyaratan kuorum sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar Perseroan dan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sesuai ketentuan yang berlaku, Perseroan akan menyelenggarakan RUPSLB Kedua pada 8 Juli 2026 untuk memperoleh persetujuan atas agenda-agenda tersebut.
Direktur Utama PT Multi Makmur Lemindo Tbk, Noprian Fadli, mengatakan:
"Perolehan opini Wajar Tanpa Pengecualian merupakan milestone penting yang menandai keberhasilan proses transisi Perseroan. Dalam waktu yang relatif singkat, kami berhasil membangun fondasi tata kelola yang lebih kuat, meningkatkan kualitas pelaporan keuangan, serta memperoleh dukungan penuh pemegang saham terhadap agenda transformasi Perseroan. Ke depan, fokus kami adalah mempercepat pertumbuhan melalui penguatan struktur permodalan, pengembangan bisnis, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham."
Manajemen meyakini bahwa berbagai langkah transformasi yang telah dijalankan akan semakin memperkuat posisi Perseroan dalam menangkap berbagai peluang pertumbuhan di masa mendatang. Dengan struktur organisasi yang semakin solid, tata kelola perusahaan yang semakin baik, serta dukungan penuh dari para pemegang saham, Perseroan optimistis memasuki babak baru sebagai perusahaan publik yang lebih sehat, adaptif, dan memiliki prospek pertumbuhan yang berkelanjutan.
Tentang PT Multi Makmur Lemindo Tbk
PT Multi Makmur Lemindo Tbk (IDX: PIPA) merupakan perusahaan publik yang bergerak di bidang manufaktur material berbahan dasar PVC, termasuk kegiatan perdagangan dan distribusinya. Saat ini Perseroan tengah menjalankan transformasi bisnis secara menyeluruh untuk memperkuat fundamental perusahaan, memperluas peluang usaha, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan.