Jakarta – Upaya penegakan pengawasan terhadap perlindungan obat-obatan terus digencarkan di Provinsi DKI Jakarta melalui kegiatan bertajuk Aksi Nasional Bersama Melawan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) yang digelar hari ini hingga 5 Juni 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di sejumlah wilayah di Jakarta, meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara, sebagai bagian dari kampanye penolakan terhadap penolakan obat-obatan tertentu yang marak terjadi di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan itu, Sofiyani Chandrawati, S.Si, Apt., Kepala BBPOM di Jakarta, menyampaikan bahwa aksi nasional tersebut merupakan bentuk penguatan pengawasan terhadap peredaran dan pengawasan obat-obatan tertentu yang berpotensi membahayakan, khususnya masyarakat generasi muda.
“Acara ini merupakan bagian dari pengawasan terkait obat-obatan yang marak disalahgunakan, khususnya di Provinsi DKI Jakarta,” ujar Sofi
Ia menambahkan, kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen lintas sektor sebagai bentuk kolaborasi bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman dari topik obat-obatan.
Rangkaian kegiatan dalam aksi nasional itu meliputi penandatanganan komitmen bersama lintas sektor, edukasi mengenai bahaya OOT, penyampaian dan penempelan poster edukasi bahaya OOT, hingga dialog interaktif dengan masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen bersama, dilakukan penandatanganan aksi penolakan terhadap obat-obatan yang diikuti oleh berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, komunitas masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya. Selain itu, poster edukasi bahaya OOT juga ditampilkan di sejumlah titik strategi dan warung sebagai bagian dari komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat.
Tidak hanya melalui edukasi langsung, kegiatan juga diwujudkan melalui intervensi di lima kelurahan di Jakarta Pusat yang menjadi lokasi prioritas tahun ini.
Program tersebut akan melibatkan kader keamanan pangan di tingkat kelurahan serta berbagai komunitas masyarakat. Tercatat sekitar 50 kader keamanan pangan dan 70 komunitas ikut dilibatkan, mulai dari komunitas sekolah, kampus, hingga kelompok masyarakat umum.
Selain itu, program edukasi juga akan menyasar sekitar 1.000 peserta dalam kegiatan khusus guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan obat-obatan tertentu.
Kapolsek Johar Baru Kompol Saiful Anwar dalam keterangannya menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut sebagai langkah preventif untuk melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan obat-obatan.
“Kami dari Polsek Johar Baru siap mendukung pengawasan dan edukasi kepada masyarakat agar peredaran serta vaksinasi obat-obatan dapat ditekan. Kolaborasi antara pemerintah, BPOM, aparat keamanan, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman,” ujar Kompol Saiful Anwar.
Menurutnya, pengawasan terhadap peredaran obat-obatan tertentu tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat agar pencegahan dapat berjalan efektif.
Ke depan, program ini ditargetkan dapat mencakup seluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta.
Rangkaian kegiatan juga akan berlanjut pada hari berikutnya melalui program komunikasi, informasi, dan edukasi secara berani yang melibatkan kalangan pelajar. Kegiatan tersebut disebut rutin diikuti hingga ribuan peserta.