Jakarta – PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF) mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp28,82 miliar pada Kuartal I-2026, tumbuh 1,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp28,45 miliar.
Kinerja positif tersebut ditopang oleh kenaikan laba usaha serta membaiknya margin bisnis lapangan golf yang menjadi lini utama perseroan.
Investor Relation GOLF, Rave, menyampaikan bahwa perseroan mulai merasakan dampak efisiensi operasional di tengah persaingan industri leisure dan properti yang semakin ketat.
Dari sisi profitabilitas, laba usaha GOLF melonjak 146,2 persen menjadi Rp3,17 miliar pada Kuartal I-2026, dibandingkan Rp1,29 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba bersih perseroan naik 20,6 persen menjadi Rp1,59 miliar, sedangkan laba kotor tumbuh 5,4 persen menjadi Rp15,35 miliar.
Segmen lapangan golf dan restoran masih menjadi kontributor utama pendapatan dengan total kontribusi Rp24,06 miliar. Bisnis golf mendominasi dengan porsi sekitar 78 persen dari total pendapatan segmen tersebut.
Perseroan juga mencatat peningkatan margin laba kotor dari 50,1 persen menjadi 54,8 persen, mencerminkan perbaikan efisiensi operasional.
Kinerja bisnis golf turut didukung tren pemulihan pariwisata Bali. Berdasarkan data yang dipaparkan perseroan, jumlah wisatawan mancanegara ke Bali meningkat dari 1,45 juta orang pada Kuartal I-2025 menjadi 1,47 juta orang pada Kuartal I-2026.
Selain memperkuat bisnis inti, GOLF juga melanjutkan ekspansi pada sektor properti dan hospitality premium.
Salah satu proyek yang tengah disiapkan adalah hotel butik mewah Banyan Tree Pecatu Bali di kawasan New Kuta Golf. Proyek tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 5,1 hektare dengan 70 vila eksklusif dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2027.
Perseroan juga mengembangkan proyek The Links Golf Villa di Bali dan Belitung, serta proyek hunian Sequoia Hills seluas 76 hektare di kawasan Sentul, Jawa Barat.
Hingga akhir Kuartal I-2026, total aset GOLF tercatat mencapai Rp8,69 triliun, sementara liabilitas berada di level Rp672,26 miliar.
Adapun realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) pada awal tahun ini mencapai Rp21,67 miliar yang dialokasikan untuk pengembangan fasilitas golf, kawasan komersial, dan proyek properti.