Jakarta – Pengembangan potensi mineral dan minyak dan gas bumi (migas) di Tanah Papua perlu diarahkan tidak hanya untuk memperkuat hilirisasi nasional, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Peningkatan kualitas pendidikan, akses layanan kesehatan, penguatan kapasitas tenaga kerja, serta perlindungan lingkungan menjadi aspek penting agar kekayaan alam Papua memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.
Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Pengurus Daerah Papua dan Papua Barat bertajuk “Potensi Mineral dan Migas sebagai Akselerator Pembangunan di Tanah Papua” yang berlangsung di Jakarta, Rabu (21/10/2026). Forum ini mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, pelaku industri, dan asosiasi profesi untuk membahas pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang mampu mendorong pembangunan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat Papua.
Ketua Panitia Seminar Nasional IA-ITB Papua, Paul Antoh, menilai pengembangan sektor mineral dan migas membutuhkan strategi jangka panjang, termasuk melalui eksplorasi untuk menemukan cadangan baru. Ketersediaan sumber daya yang berkelanjutan dinilai penting untuk menjaga kesinambungan industri pengolahan dan menciptakan peluang ekonomi dalam jangka panjang.
“Jika tidak ada potensi-potensi baru, eksplorasi hanya bertahan beberapa tahun saja dan tidak ada keberlanjutan. Kita perlu potensi mineral ataupun migas baru agar hilirisasi berjalan baik ke depan,” ujar Paul.
Namun, keberlanjutan sektor tersebut tidak cukup diukur dari peningkatan produksi maupun aktivitas industri. Pengembangan potensi baru juga perlu diiringi upaya memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal, dan membuka ruang lebih besar bagi masyarakat Papua untuk berpartisipasi dalam rantai nilai industri.
Seminar ini dihadiri perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Ketenagakerjaan, akademisi ITB dan Universitas Indonesia, jajaran direksi PT Freeport Indonesia, serta asosiasi profesi Perhapi dan IAGI. Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi landasan untuk memperkuat sinergi dalam mendorong pengelolaan SDA yang lebih inklusif.
Kekayaan Alam Harus Dirasakan Manfaatnya oleh Masyarakat Papua
Ketua Umum PP IA-ITB, Agustin Peranginangin, menegaskan bahwa pengelolaan kekayaan alam harus berlandaskan tanggung jawab negara untuk melindungi masyarakat dan kebudayaan, memajukan kesejahteraan umum, serta mencerdaskan kehidupan bangsa.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan berbasis sumber daya alam tidak hanya ditentukan oleh nilai investasi atau besarnya hasil produksi, tetapi juga oleh sejauh mana aktivitas ekonomi mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
“Kekayaan alam di bawah tanah harus dilindungi dan digunakan setinggi-tingginya untuk memajukan kesejahteraan umum tanpa merusak lingkungan. Ini panggilan jiwa kita bersama,” kata Agustin.
Ia turut menekankan pentingnya peran perusahaan besar yang beroperasi di Tanah Papua, termasuk PT Freeport Indonesia dan BP, dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat setempat.
Kontribusi industri diharapkan tidak berhenti pada aktivitas operasional dan kegiatan ekonomi, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan manusia. Pendidikan yang lebih baik, layanan kesehatan yang memadai, serta peningkatan keterampilan masyarakat merupakan modal penting agar warga Papua dapat mengambil bagian lebih besar dalam pertumbuhan ekonomi di wilayahnya sendiri.
Mendorong Hilirisasi yang Inklusif dan Berkelanjutan
Pengembangan industri mineral dan migas di Papua juga perlu mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, kebutuhan masyarakat, dan perlindungan ekosistem. Dengan pendekatan tersebut, hilirisasi dapat menjadi instrumen pembangunan yang menghasilkan manfaat lebih luas, bukan sekadar meningkatkan nilai tambah komoditas.
Sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dibutuhkan untuk memperkuat riset, menyiapkan tenaga kerja terampil, serta mendorong program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan juga penting agar kebijakan dan program yang dijalankan dapat menjawab tantangan nyata di daerah.
Melalui seminar nasional ini, IA-ITB Papua dan Papua Barat mendorong agar pengelolaan potensi mineral dan migas ditempatkan dalam kerangka pembangunan manusia yang berkelanjutan. Eksplorasi sumber daya baru dan penguatan hilirisasi diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan, pemerataan kesempatan ekonomi, dan terjaganya lingkungan hidup.
Pada akhirnya, keberhasilan pemanfaatan kekayaan alam Papua perlu tercermin dalam kehidupan masyarakat yang semakin sejahtera, akses pendidikan dan kesehatan yang semakin baik, serta terbukanya kesempatan bagi generasi muda Papua untuk menjadi bagian penting dari pembangunan di tanahnya sendiri.