Home / Daerah

IQExpo 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tingkatkan Ekspor UMKM

Media Bela Negara - 23 Oktober 2026, 21:58 WIB

JAKARTA – Badan Karantina Indonesia (Barantin) mendorong penguatan dukungan karantina yang mampu melindungi komoditas nasional sekaligus memperlancar arus perdagangan, termasuk ekspor produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya ini perlu didukung kolaborasi lintas sektor agar produk Indonesia semakin siap memenuhi persyaratan dan bersaing di pasar global.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan Indonesia Quarantine Expo (IQExpo) 2026 pada 23–24 Oktober 2026 di Exhibition Hall SMESCO, Jakarta. Mengusung tema “Protecting Indonesia, Connecting The World”, kegiatan ini juga menandai 129 tahun perjalanan karantina di Indonesia dan tiga tahun berdirinya Barantin.

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan, pengawasan karantina harus berjalan seiring dengan upaya mempermudah perdagangan. Karantina berperan melindungi Indonesia dari masuk dan tersebarnya hama serta penyakit, tetapi pelaksanaannya juga perlu mendukung kelancaran kegiatan ekspor dan impor.

“Pengawasan dan perlindungan karantina tidak boleh menjadi bottleneck atau hambatan bagi perdagangan ekspor dan impor kita, termasuk bagi UMKM,” ujar Karding saat membuka IQExpo 2026, Jumat (23/10/2026).

Menurutnya, pelaku UMKM yang ingin menembus pasar internasional perlu memahami dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan negara tujuan ekspor maupun pembeli. Persyaratan tersebut antara lain mencakup kejelasan komoditas, standar kesehatan dan keamanan karantina, serta traceability atau ketertelusuran produk.

Ketertelusuran menjadi aspek penting untuk memastikan asal-usul komoditas dapat dijelaskan secara transparan, termasuk kesesuaian antara kapasitas produksi dan volume produk yang diperdagangkan.

Karding mencontohkan, apabila suatu perusahaan memiliki kapasitas produksi lima ton tetapi mengekspor enam ton, perusahaan tersebut harus dapat menjelaskan asal satu ton tambahan. Kejelasan tersebut diperlukan agar asal-usul komoditas dapat dipastikan dan persyaratan yang berlaku dapat dipenuhi.

Karena itu, Barantin mendorong pendampingan, pelatihan, dan bimbingan teknis bagi pelaku usaha. Salah satu dukungan yang disiapkan adalah Klinik Ekspor, yang membantu pelaku usaha memahami persyaratan karantina dan ketentuan yang perlu dipenuhi untuk memasuki pasar internasional.

Kementerian UMKM Dorong Agregasi Produk

Dari sisi pengembangan usaha, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha untuk meningkatkan kapasitas UMKM serta memperluas jangkauan pemasaran produk Indonesia.

Salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan adalah model holding atau agregator, yakni menghimpun produk dari sejumlah pelaku UMKM agar kapasitas pasokan lebih kuat dan kebutuhan pasar yang lebih besar dapat dipenuhi.

Menurut Maman, dukungan perusahaan milik pemerintah maupun swasta dapat membantu memperkuat model agregasi tersebut. Dengan pengelolaan dan dukungan yang tepat, produk dari berbagai pelaku UMKM berpeluang dihimpun untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Ia juga menilai expo menjadi ruang penting untuk mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Pertemuan tersebut dapat membuka peluang kemitraan, memperluas pertukaran informasi, serta membantu membangun jaringan pemasaran bagi produk UMKM.

Penguatan kapasitas produksi dan akses pasar tersebut perlu berjalan beriringan dengan kesiapan pelaku usaha memenuhi standar serta persyaratan perdagangan internasional.

Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Karding menambahkan, pengembangan ekosistem ekspor membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk Kementerian UMKM, Kementerian Desa, Kementerian Perdagangan, lembaga terkait ekspor, dan Barantin.

Setiap lembaga dapat berkontribusi sesuai tugas dan kewenangannya. Barantin, khususnya, mendukung pemenuhan persyaratan karantina serta memberikan informasi mengenai standar komoditas dan ketentuan negara tujuan ekspor.

Integrasi data dan pendampingan lintas sektor juga diperlukan agar pelaku UMKM memperoleh informasi yang tepat ketika mempersiapkan produk untuk dipasarkan ke luar negeri.

Karding berharap deklarasi yang ditandatangani dalam rangkaian IQExpo 2026 dapat ditindaklanjuti melalui langkah nyata untuk memperkuat perdagangan, mengembangkan UMKM, serta meningkatkan kinerja ekspor dan impor Indonesia.

Melalui penguatan kapasitas pasokan, pendampingan usaha, dan pemenuhan standar karantina, produk UMKM Indonesia diharapkan semakin siap memanfaatkan peluang pasar internasional.

Share :

google.com, pub-1323206817749951, DIRECT, f08c47fec0942fa0

TERPOPULER


Lainnya