JAKARTA, (7/2) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat ekosistem Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) diantaranya untuk memastikan pengelolaan rantai dingin berjalan secara profesional. Penguatan tersebut dilakukan melalui bimbingan teknis pengelolaan usaha rantai dingin yang efisien dan berkelanjutan di lokasi KNMP kepada pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Plt. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud mengatakan keberadaan pabrik es dan cold storage di KNMP berperan penting dalam peningkatan kesejahteraan nelayan sejalan dengan visi ekonomi biru dan ketahanan pangan nasional. KKP juga berkomitmen menjaga mutu dan kualitas produk selama proses produksi, penyimpanan, distribusi dan pemasaran di unit usaha hilir hasil perikanan.
"Pengelolaan pascapanen yang berfokus mutu dan kualitas selama proses produksi-pemasaran, menjadikan produk perikanan memiliki daya saing dan nilai tambah tinggi," terang Machmud melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (7/2).
Machmud memastikan KKP turut memfasilitasi penyediaan sarana dan prasarana rantai dingin terintegrasi, meliputi penyediaan gudang beku atau cold storage portabel, pabrik es, kendaraan berpendingin, serta cool box yang bertujuan untuk menjaga mutu dan kualitas hasil tangkapan nelayan sejak pasca panen hingga ke tangan konsumen.
Melalui Bimtek, dia berharap pengelola KNMP mendapatkan pembelajaran strategis untuk memperkuat kapasitas pengelolaan sistem rantai dingin berjalan secara efisien, dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang baik, sarana yang tersedia tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas, tetapi juga sebagai instrumen penciptaan nilai tambah dan peningkatan kesejahteraan nelayan.
Ke depan, untuk bimbingan teknis dan pendampingan lebih lanjut di lapangan akan terus dilakukan dengan melibatkan Kementerian Koperasi. "Kami menyadari keberhasilan rantai dingin tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur, tetapi terutama oleh kualitas pengelolaan usaha," tuturnya.
Senada, Direktur Pemberdayaan Usaha Ditjen PDS, Catur Sarwanto menyebut Bimtek kali ini sebagai bagian dari percepatan dari program KDMP dan KNMP. Dikatakannya, 350 peserta Bimtek merupakan para pengurus KDMP hingga Kepala Dinas Kabupaten/Kota di 65 lokasi yang telah menerima sarana dan prasarana rantai dingin seperti kendaraan berpendingin serta cold storage.
"Bimtek ini merupakan pembekalan kepada para pengurus koperasi yang akan mengelola sarana dan prasarana sistem rantai dingin di KNMP," tutur Catur.
Dalam kesempatan tersebut, salah satu pengurus koperasi perikanan turut bercerita pengalaman mengelola sistem rantai dingin. Sugito dari KSU Mina Barokah Juwana, Pati Jawa Tengah menuturkan 5 kunci keberhasilan usaha kendaraan berpendingin yakni hasil tangkapan dari nelayan, penghitungan ongkos jasa distribusi yang presisi, selektif pada tenaga kerja pengemudi, servis berkala kendaraan hingga pengurus/pengelola yang berintegritas.
"Pengelola yang berintegritas dan pengemudi yang jujur, usahanya jadi lancar," kata Sugito.
Sama halnya Wading, pengelola Koperasi Mina Muara Sejahtera mengatakan fondasi kesuksesan koperasi rantai dingin terdiri dari adanya kesamaan visi serta integritas para pengurus. Pengelola cold storage portable 10 ton tersebut menekankan pengurus yang berintegritas pasti bertanggung jawab.
"Ini faktor keberhasilan usaha yang dikelola koperasi," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan KNMP sebagai program terobosan pemerintah untuk mengubah wajah kampung nelayan tradisional menjadi lebih modern dan produktif. Untuk itu, KKP membangun sarana prasarana pendukung kegiatan perikanan, hingga infrastruktur sosial bagi nelayan dalam satu kawasan. Seperti dermaga, cold storage, bengkel kapal, balai pelatihan, hingga kuliner.