Home / Daerah

LOPI Bidik Pendapatan Rp299,53 Miliar di 2026, Perkuat Transformasi Menjadi Ekosistem Supply Chain Terintegras

Media Bela Negara - 19 Mei 2026, 13:49 WIB

Jakarta – PT Logisticsplus International Tbk (LOPI) menegaskan arah transformasi bisnis Perseroan dari perusahaan freight forwarding konvensional menjadi platform ekosistem rantai pasok terintegrasi berbasis engineering dan teknologi. Strategi tersebut dipaparkan dalam Paparan Publik dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan yang mengangkat tema “Engineering The Future Supply Chain Ecosystem”.

Dalam pemaparan kinerja tahun buku 2025, LOPI mencatat pertumbuhan positif di tengah dinamika industri logistik nasional. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp130,1 miliar atau tumbuh 50,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp86,4 miliar.

Laba bersih Perseroan juga meningkat menjadi Rp3,48 miliar dari Rp2,68 miliar pada 2024. Sementara total aset mencapai Rp107,3 miliar dengan total ekuitas meningkat menjadi Rp62 miliar.

Direksi Perseroan menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi fondasi penting bagi percepatan transformasi bisnis dan penguatan posisi LOPI di sektor logistik bernilai tambah tinggi.

“LOPI tidak lagi hanya bergerak sebagai penyedia jasa freight forwarding, tetapi berkembang menuju platform supply chain engineering dengan fokus pada sektor-sektor strategis dan spesialis,” demikian disampaikan dalam Paparan Publik Perseroan.

Saat ini LOPI memiliki kantor pusat di Jakarta Selatan, kantor perwakilan di Surabaya, gudang operasional di Tangerang dan Bogor, serta jaringan agen afiliasi global di lebih dari 180 lokasi dunia.

Sepanjang 2025, Perseroan mencatat sejumlah momentum strategis yang memperkuat platform bisnisnya. Pada Juni 2025, LOPI mengakuisisi 70 persen saham PT WMI guna memperluas kapabilitas konsultansi manajemen dan outsourcing.

Di periode yang sama, terjadi pengalihan 735,15 juta saham dari Wahyu Dwi Jatmiko kepada PT SAV tanpa perubahan pengendali Perseroan.

Selain itu, LOPI memperoleh kontrak payung pengadaan dan transportasi senilai Rp150 miliar bersama PT Aztech Pandu Persada terkait fasilitas gas PHE Jambi Merang. Anak usaha Perseroan, WMI, juga berhasil menjadi pemenang pertama paket pengadaan layanan operasional TransJakarta pada Desember 2025.

Dalam strategi pengembangan usaha, LOPI menargetkan penguatan bisnis pada sejumlah sektor bernilai tambah tinggi, antara lain healthcare & life science logistics, distribusi gas industri dan cryogenic, serta project logistics terintegrasi.

Perseroan menilai kebutuhan rantai pasok modern kini semakin menuntut presisi, keandalan, dukungan teknologi, serta kemampuan engineering yang terintegrasi.

“Transformasi ini menjadi peluang besar bagi pemain logistik spesialis yang memiliki kemampuan operasional, engineering, dan jaringan global,” tulis manajemen Perseroan.

Untuk tahun 2026, LOPI memasang target agresif dengan pendapatan sebesar Rp299,53 miliar atau sekitar 2,3 kali pendapatan tahun buku 2025. Perseroan juga menargetkan laba bersih sebesar Rp20,65 miliar, total aset Rp178 miliar, dan total ekuitas Rp105 miliar.

Target pertumbuhan tersebut akan didorong oleh penguatan layanan logistik terintegrasi, ekspansi ekonomi digital, peningkatan aktivitas distribusi nasional, serta optimalisasi sinergi bisnis anak usaha.

Perseroan juga menegaskan komitmennya terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), pengendalian internal, manajemen risiko, kebijakan anti-korupsi, dan mekanisme pelaporan pelanggaran.

Sebagai bagian dari agenda strategis 2026, LOPI juga akan melaksanakan penambahan modal melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).

Melalui langkah tersebut, Perseroan optimistis mampu memperkuat struktur permodalan sekaligus mempercepat ekspansi bisnis untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.

Share :

google.com, pub-1323206817749951, DIRECT, f08c47fec0942fa0

TERPOPULER


Lainnya