Home / Daerah

Media Gathering UICI 2026: Tegaskan Komitmen Kampus Digital dengan Konsep Kuliah Fleksibel dan Kredibel

Media Bela Negara - 25 Februari 2026, 23:06 WIB

Jakarta — Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus digital pertama di Indonesia melalui penyelenggaraan Exclusive Media Gathering & Iftar Night bersama insan media dan influencer di Bowl Coffee Connection, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026).


Kegiatan yang berlangsung dalam suasana Ramadan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang dialog strategis untuk membahas transformasi pendidikan tinggi berbasis teknologi yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.


Dalam forum tersebut, UICI menegaskan posisinya sebagai pelopor pendidikan tinggi digital yang dirancang untuk menjangkau masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan konvensional akibat faktor geografis, pekerjaan, maupun kondisi ekonomi. Konsep yang diusung adalah kuliah fleksibel dengan mutu yang tetap kredibel.


Rektor UICI, Prof. Asep Saefuddin, menekankan bahwa digitalisasi pendidikan bukan lagi sekadar inovasi, melainkan kebutuhan nasional. Menurutnya, kondisi geografis Indonesia yang luas dan tersebar membuat sistem pendidikan tinggi konvensional sulit menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata.


“Indonesia adalah negara besar dengan tantangan geografis yang tidak sederhana. Pendidikan tinggi tidak bisa lagi eksklusif dan terpusat. UICI hadir sebagai kampus digital untuk memastikan siapa pun, di mana pun berada, tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi berkualitas,” ujar Prof. Asep.


Ia menambahkan bahwa UICI mengusung semangat reaching the unreachable, yakni menghadirkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang terkendala jarak, waktu, pekerjaan, hingga keterbatasan ekonomi.

Konsep pembelajaran berbasis teknologi memungkinkan mahasiswa tetap dapat bekerja atau menjalankan aktivitas lainnya tanpa harus meninggalkan kewajiban akademik.
Namun demikian, fleksibilitas tersebut tidak berarti menurunkan standar mutu. Prof. Asep menegaskan bahwa sistem pembelajaran di UICI dirancang secara terstruktur dan terukur agar kualitas akademik tetap terjaga.


“Fleksibilitas bukan berarti kompromi terhadap mutu. Justru kami memastikan kualitas akademik tetap terjaga melalui sistem pembelajaran digital yang dirancang secara serius. Teknologi sudah membuka ruang seluas-luasnya. Tinggal keberanian kita mengambil keputusan. Kuliah bisa tetap fleksibel, tetapi hasilnya harus kredibel,” tegasnya.


Menembus Batas Geografis


UICI didirikan oleh organisasi alumni Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Izin pendiriannya disahkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada akhir 2020, kemudian diumumkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada 15 Januari 2021.


Memasuki tahun kelima operasionalnya, UICI menunjukkan pertumbuhan signifikan. Saat ini, kampus digital tersebut telah menjangkau lebih dari 2.028 mahasiswa yang tersebar di 360 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, bahkan hingga 18 negara. Angka ini menjadi indikator bahwa model pendidikan tinggi digital memiliki daya jangkau yang luas dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat lintas wilayah.


Capaian tersebut sekaligus membuktikan bahwa transformasi digital di sektor pendidikan bukan sekadar wacana, melainkan solusi konkret dalam memperluas akses pendidikan tinggi. Mahasiswa UICI berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari lulusan SMA/SMK, pekerja profesional, hingga masyarakat umum yang sebelumnya terkendala waktu dan jarak untuk melanjutkan studi.


Program Studi Relevan dengan Transformasi Digital
Saat ini, UICI mengelola tujuh program studi yang dirancang untuk menjawab tantangan industri dan kebutuhan masa depan berbasis teknologi, yaitu Bisnis Digital, Digital Neuropsikologi, Informatika, Komunikasi Digital, Sains Data, Teknik Industri, serta Teknologi Industri Pertanian.


Program-program tersebut dikembangkan dengan pendekatan lintas disiplin yang memadukan teknologi, manajemen, serta pemahaman sosial. Tujuannya adalah mencetak lulusan yang adaptif terhadap perubahan, memiliki daya saing, serta mampu berkontribusi dalam ekosistem ekonomi digital nasional.


Kurikulum yang diterapkan juga disesuaikan dengan perkembangan industri dan transformasi digital global. Dengan sistem pembelajaran daring yang terintegrasi, mahasiswa dapat mengakses materi, berdiskusi, hingga mengikuti evaluasi secara fleksibel tanpa kehilangan kualitas interaksi akademik.


PMB Batch 10 Dibuka


Dalam kesempatan tersebut, UICI juga mengumumkan bahwa Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Batch 10 masih dibuka hingga 28 Februari 2026. Pendaftaran terbuka bagi lulusan SMA/SMK/sederajat, profesional, pekerja, maupun masyarakat umum yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi secara fleksibel berbasis digital.


Adapun jalur yang tersedia meliputi Jalur Reguler, Jalur Kerja Sama, serta Jalur Prestasi dan Afirmasi. Jalur Prestasi dan Afirmasi mencakup berbagai kategori, antara lain prestasi nilai rapor, tahfidz, ketua OSIS/MPK atau ekstrakurikuler, influencer, prestasi atlet atau seni, rekomendasi KAHMI, yatim dhuafa, keluarga petani/buruh/nelayan, penyandang disabilitas atau kebutuhan khusus, rekomendasi civitas akademika UICI, serta Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Khusus jalur RPL, pendaftaran ditutup pada 23 Februari 2026.


Selain itu, UICI juga membuka jalur Nama Asep dan jalur Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di lingkup DKI Jakarta sebagai bagian dari penguatan kolaborasi berbasis komunitas. Langkah ini menjadi bentuk komitmen UICI dalam membangun jejaring sosial yang lebih luas serta memperluas akses pendidikan hingga tingkat akar rumput.
Melalui kegiatan media gathering ini, UICI berharap peran media dan influencer dapat semakin memperluas literasi publik tentang pentingnya transformasi digital dalam pendidikan tinggi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat bahwa pendidikan tinggi kini semakin inklusif dan dapat diakses tanpa batas ruang dan waktu.


Dengan konsep kuliah fleksibel namun tetap kredibel, UICI menegaskan langkahnya sebagai bagian dari solusi pendidikan tinggi di era digital—membuka akses seluas-luasnya, tanpa meninggalkan kualitas.

Share :

google.com, pub-1323206817749951, DIRECT, f08c47fec0942fa0

TERPOPULER


Lainnya