Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa kembali menyelenggarakan Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II sebagai bagian dari Program Pemerintahan Desa Berdampak Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, ini bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa, serta memperluas wawasan kepala desa dalam menghadapi tantangan pembangunan secara visioner, berbasis data, dan berorientasi pada pengembangan inovasi sesuai potensi lokal desa.
Salah satu peserta, Kepala Desa (Hukum Tua) Sea Satu, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, Nevie R. Oroh, mengapresiasi penyelenggaraan program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana yang sangat bermanfaat bagi para kepala desa untuk meningkatkan pengetahuan, memperluas perspektif, serta memperkuat kapasitas kepemimpinan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang profesional dan adaptif.
“Kalau menurut saya, program ini sangat baik,” ujar Nevie di sela-sela kegiatan.
Selain memberikan apresiasi, Nevie juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah, khususnya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, agar terus memberikan perhatian terhadap kesejahteraan kepala desa dan perangkat desa. Ia menyoroti penurunan besaran Penghasilan Tetap (SILTAP) yang dirasakan sejak diberlakukannya kebijakan efisiensi anggaran.
“Dulu sebelum efisiensi anggaran, SILTAP kami lebih besar. Sekarang sudah menurun. Itu yang kami harapkan bisa menjadi perhatian pemerintah,” ungkapnya.
Nevie menambahkan, dari Kabupaten Minahasa hanya terdapat dua kepala desa yang memperoleh kesempatan mengikuti Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II. Ia berharap pada pelaksanaan berikutnya semakin banyak kepala desa yang dapat berpartisipasi sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh desa-desa di daerah.
Terkait implementasi Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Minahasa, Nevie menjelaskan bahwa hingga kini program tersebut masih menunggu arahan dari pemerintah.
“Belum jalan. Kami masih menunggu instruksi dari pemerintah,” katanya.
Menutup keterangannya, Nevie berharap Program Kepala Desa Masuk Kampus dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur desa sekaligus memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala desa dalam mendorong pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Harapan saya, program ini bisa terus berlanjut,” tutup Nevie R. Oroh.