Home / Daerah

NTBK Siapkan Rights Issue Rp500 Miliar untuk Ekspansi EV dan Pertambangan

Media Bela Negara - 13 Mei 2026, 16:34 WIB

Jakarta — PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) menyiapkan langkah ekspansi dan penguatan struktur permodalan melalui rencana rights issue senilai Rp500 miliar sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang Perseroan.

Rencana tersebut dipaparkan dalam agenda Public Expose Tahun 2026 yang digelar Perseroan di Jakarta, Selasa (13/5/2026), bersamaan dengan pemaparan kinerja Perseroan sepanjang tahun buku 2025.

Presiden Direktur Ir. Bambang Susilo mengatakan rights issue menjadi langkah strategis Perseroan untuk mendukung pengembangan bisnis di sektor manufaktur, kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), hingga sektor pertambangan.

Dalam aksi korporasi tersebut, Perseroan berencana menerbitkan sebanyak 2,5 miliar lembar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp200 per saham. Dari aksi tersebut, Perseroan menargetkan penghimpunan dana sekitar Rp500 miliar.

Menurut Bambang, dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk lima program utama pengembangan usaha. Sebanyak 40 persen dana akan digunakan untuk penguatan modal anak perusahaan, 28 persen untuk ekspansi tahap II assembling plant, 16 persen untuk pengembangan bisnis kendaraan listrik, 10 persen untuk akuisisi perusahaan jasa pertambangan, serta 6 persen untuk pembangunan fasilitas assembling plant.

“Rights issue ini merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk memperkuat struktur keuangan, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas diversifikasi usaha di sektor-sektor yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang,” ujar Bambang.

Di tengah tekanan ekonomi global sepanjang 2025, PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) mencatat penjualan sebesar Rp96,59 miliar atau turun 8,43 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp105,48 miliar.

Penurunan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya permintaan ekspor batu bara, perlambatan investasi pelanggan, serta kondisi pasar global yang belum stabil.

Meski demikian, Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp706,97 juta atau meningkat 10,54 persen dibandingkan laba bersih tahun 2024 sebesar Rp640,56 juta.

Kenaikan laba bersih didorong oleh efisiensi biaya produksi, pengendalian beban usaha, serta menurunnya tingkat kerugian pada entitas anak Perseroan.

Dari sisi posisi keuangan, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp158,31 miliar atau turun 6,13 persen secara tahunan. Sementara liabilitas turun 13,43 persen menjadi Rp63,45 miliar, sedangkan ekuitas tercatat sebesar Rp94,87 miliar atau turun tipis 0,51 persen.

Selain memperkuat struktur bisnis utama, Perseroan juga terus mendorong pengembangan bisnis kendaraan listrik sebagai lini usaha masa depan sejalan dengan program transisi energi pemerintah.

Perseroan telah menjalin kerja sama strategis dengan principal kendaraan listrik asal China untuk pengembangan dan penjualan EV truck serta kendaraan pick-up 4x4, baik dalam bentuk completely built up (CBU) maupun completely knocked down (CKD).

Di sisi lain, Perseroan juga memperkuat layanan purna jual melalui pengembangan bisnis suku cadang, perawatan, dan perbaikan kendaraan melalui entitas anak usaha.

Bambang optimistis strategi diversifikasi usaha, penguatan modal, serta ekspansi bisnis EV dan pertambangan dapat menjadi pendorong pertumbuhan Perseroan ke depan.

“Dengan strategi ekspansi dan diversifikasi ini, Perseroan optimistis dapat meningkatkan kinerja usaha secara berkelanjutan dan memperkuat posisi dalam mendukung pertumbuhan industri nasional,” kata Bambang.

Buatkan judulnya

Share :

google.com, pub-1323206817749951, DIRECT, f08c47fec0942fa0

TERPOPULER


Lainnya