Jakarta– NusaQu akan memperkenalkan ekosistem peternakan terintegrasi dalam ajang Nusantara Livestock & Poultry Expo (NLP Expo) 2026 pada 4–7 November 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City. Partisipasi ini menjadi upaya perusahaan mendorong inovasi, memperluas kolaborasi, dan memperkuat keberlanjutan industri peternakan nasional.
Founder NusaQu, Nanang Sugiarto, menjelaskan bahwa ekosistem perusahaan mencakup berbagai unit usaha yang saling terhubung, mulai dari peternakan melalui Nusafarm, penyediaan pakan oleh Nusafit, pemasaran melalui Nusa Kreatif, pengelolaan limbah oleh Nusawis, hingga riset dan pengembangan melalui Nusa Research. NusaQu juga mengembangkan unit bisnis baru, Nusadiji, untuk mendukung pertumbuhan ekosistem tersebut.
Pengembangan ini ditujukan untuk menjawab sejumlah tantangan peternakan, seperti ketersediaan bibit berkualitas, tingginya biaya pakan, keterbatasan akses pasar, kebutuhan sumber daya manusia, dan pengelolaan limbah. Salah satu upayanya adalah mengembangkan alternatif pakan yang lebih ekonomis serta mengolah limbah peternakan menjadi pupuk yang bermanfaat bagi sektor pertanian.
NusaQu juga akan memperkenalkan inisiatif Green Kurban sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik peternakan yang lebih memperhatikan lingkungan. Komitmen tersebut sejalan dengan tema sosial dan lingkungan perusahaan, yaitu *“Nyata untuk Manusia, Lestari untuk Semesta”*, yang diwujudkan melalui kegiatan seperti vaksinasi gratis ternak peternak binaan, pembagian Al-Qur’an, penanaman mangrove, dan pengolahan limbah.
Dalam NLP Expo 2026, NusaQu menghadirkan tiga pilar kegiatan, yakni Business Booth, Qut Experience, dan Business Forum. Business Booth menjadi sarana pengenalan model bisnis dan ekosistem perusahaan. Qut Experience menghadirkan peternakan mini untuk memberikan edukasi mengenai pemeliharaan ternak dan biosekuriti. Sementara itu, Business Forum selama tiga hari akan membahas keberlanjutan peternakan, kolaborasi lintas sektor, serta pengembangan pasar, khususnya hewan kurban.
Melalui partisipasi ini, NusaQu berharap dapat memperluas kemitraan dengan pelaku usaha, akademisi, lembaga keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas peternak, memperluas akses pasar, serta mendorong industri peternakan nasional yang lebih modern, berdaya saing, dan berkelanjutan.