Home / Daerah

Peringati 100 Tahun Gontor, Deklarasi GIHES 2026 Dorong Transformasi Pendidikan Islam Holistik

Media Bela Negara - 06 September 2026, 15:45 WIB

JAKARTA, 6 September 2026 — Peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor menjadi momentum untuk mendorong transformasi pendidikan Islam melalui pendekatan yang lebih holistik. Hal tersebut ditandai dengan dirumuskannya Deklarasi Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 di Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Deklarasi GIHES 2026 mendorong pergeseran paradigma pendidikan nasional dan global menuju model pendidikan holistik yang mengintegrasikan aspek intelektual, spiritual, moral, emosional, sosial, fisik, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara etis dan bertanggung jawab.

Pilar-pilar deklarasi tersebut dibacakan langsung oleh Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil. Ia menilai sistem pendidikan saat ini masih cenderung menitikberatkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi konvensional, sementara dimensi pembentukan karakter dan ketangguhan spiritual peserta didik belum sepenuhnya mendapatkan perhatian yang proporsional.

“Sistem pendidikan saat ini terlalu menekankan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga belum sepenuhnya mengimplementasikan pilar-pilar pendidikan yang dikemukakan oleh UNESCO dan para pakar pendidikan,” ujar Prof. Hamid.

Integrasikan Sains, Agama, dan Kehidupan

Deklarasi GIHES 2026 menawarkan dua dimensi utama dalam transformasi pembelajaran, yakni integrasi disiplin ilmu dan integrasi kehidupan.

Pendekatan ini mendorong keterhubungan antara ilmu agama dan perkembangan sains kontemporer secara harmonis. Pendidikan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan peserta didik yang menguasai pengetahuan, tetapi juga mampu mengintegrasikan ilmu, amal, dan adab dalam kehidupan sehari-hari.

Model tersebut diharapkan dapat menjawab tantangan pendidikan di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang berlangsung semakin cepat.

AI Harus Berpusat pada Manusia

Perkembangan kecerdasan buatan juga menjadi salah satu perhatian penting dalam Deklarasi GIHES 2026. Pemanfaatan AI dalam pendidikan dinilai harus tetap berorientasi pada manusia dan dilandasi hikmah serta tanggung jawab sosial.

Teknologi diharapkan menjadi instrumen yang memperkuat kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kebijaksanaan moral peserta didik, bukan menggantikan peran dan agensi manusia dalam proses pendidikan.

Karena itu, literasi teknologi perlu berjalan beriringan dengan penguatan nilai, etika, dan karakter agar kemajuan teknologi memberikan manfaat bagi kemanusiaan.

Pesantren sebagai Ekosistem Pembentukan Karakter

Deklarasi GIHES 2026 juga menyoroti pentingnya lingkungan pendidikan sebagai bagian integral dari proses pembentukan karakter.

Pengalaman panjang sistem pesantren, termasuk Pondok Modern Darussalam Gontor, menunjukkan bahwa kehidupan berasrama selama 24 jam bersama para guru dapat menjadi ekosistem pendidikan yang efektif dalam membangun karakter, kedisiplinan, integritas, kemandirian, dan tanggung jawab peserta didik.

Dalam model pendidikan tersebut, seluruh aktivitas kehidupan ditempatkan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Ilmu tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi diaktualisasikan melalui praktik kehidupan, interaksi sosial, pengabdian, serta pembentukan adab.

Menjadi Pijakan Pendidikan Islam Masa Depan

Deklarasi GIHES 2026 diharapkan menjadi pijakan strategis bagi lembaga pendidikan Islam di Indonesia dan dunia untuk mengembangkan sistem pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan fondasi nilai dan moral.

Momentum 100 tahun Gontor sekaligus menegaskan pentingnya menghadirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki ketangguhan spiritual, karakter kuat, kepedulian sosial, serta kebijaksanaan dalam memanfaatkan perkembangan teknologi.

Melalui GIHES 2026, pendidikan Islam didorong untuk bergerak menuju paradigma yang lebih menyeluruh—mengembangkan manusia secara utuh dengan menyeimbangkan intelektualitas, spiritualitas, moralitas, kehidupan sosial, kesehatan fisik, dan kecakapan teknologi.

Share :

google.com, pub-1323206817749951, DIRECT, f08c47fec0942fa0

TERPOPULER


Lainnya