Tangerang Selatan – PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Rabu (17/6/2026). Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui seluruh mata acara yang diajukan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan.
RUPST dipimpin oleh Komisaris Utama Perseroan, Nurul Taufiqu Rochman, serta dihadiri jajaran Direksi, Dewan Komisaris, pemegang saham, dan profesi penunjang pasar modal.
Sepanjang tahun buku 2025, Perseroan mencatat sejumlah capaian penting di tengah kondisi ekonomi global yang masih menantang. PT Nanotech Indonesia Global Tbk membukukan pendapatan sebesar Rp72,17 miliar. Meski mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya akibat perlambatan pada segmen jasa, Perseroan berhasil meningkatkan kualitas profitabilitas melalui berbagai langkah efisiensi operasional dan penguatan tata kelola bisnis.
Laba bersih konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp1,05 miliar atau meningkat 56 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp676,21 juta. Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp2,05 miliar.
Dari sisi arus kas, Perseroan mencatatkan perbaikan signifikan dengan membukukan arus kas operasi positif sebesar Rp39,53 miliar. Capaian ini berbalik dari posisi tahun sebelumnya yang mencatatkan arus kas operasi negatif sebesar Rp10,09 miliar. Perbaikan tersebut mencerminkan keberhasilan Perseroan dalam meningkatkan kualitas penerimaan kas serta pengelolaan modal kerja.
Pada sisi neraca, total aset Perseroan mencapai Rp208,8 miliar hingga akhir 2025. Ekuitas meningkat menjadi Rp172,07 miliar, sementara total liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp36,74 miliar.
Direktur Utama PT Nanotech Indonesia Global Tbk, Suryandaru, mengatakan tahun 2025 merupakan periode konsolidasi sekaligus penguatan fundamental bisnis Perseroan.
“Di tengah tekanan ekonomi global dan dinamika pasar yang masih tinggi, Perseroan memilih fokus pada peningkatan kualitas laba, penguatan arus kas, efisiensi operasional, serta pengembangan kapasitas jangka panjang. Hasil yang dicapai menunjukkan bahwa strategi tersebut berada pada jalur yang tepat,” ujar Suryandaru.
Menurutnya, Perseroan juga terus memperkuat portofolio bisnis berbasis inovasi dan teknologi, termasuk pengembangan solusi nanoteknologi untuk sektor industri, lingkungan, akuakultur, agribisnis, kesehatan, serta berbagai aplikasi teknologi maju lainnya.
Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan dan mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2025, menetapkan penggunaan laba bersih tahun buku 2025, memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris, menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026, serta menyetujui pengangkatan kembali anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan.
Memasuki tahun 2026, Dewan Komisaris menilai Perseroan memiliki prospek usaha yang positif dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), inovasi yang aplikatif, serta kolaborasi strategis dengan berbagai mitra industri dan institusi.
Mengusung tema “Dari Momentum ke Akselerasi: Kolaborasi untuk Pertumbuhan Nyata”, Perseroan optimistis fondasi yang telah dibangun dalam beberapa tahun terakhir dapat menjadi pendorong pertumbuhan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan mampu menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham.