Badung, Bali — Sabtu, 29 November 2025.
Ratusan jamaah menghadiri kegiatan religius “Munajat Cinta dari Bali untuk Indonesia” yang diselenggarakan di Musholla Al Ikhlas, Nusa Dua, Benoa, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Acara yang dimulai selepas Shalat Isya ini diprakarsai oleh Alfarizi Benoa Indonesia (ABI), Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga, dan MWC NU Kuta Selatan.
Hadir sebagai pembicara utama, ulama kharismatik KHR. Syarif Rahmat, RA. SQ. MA, Muassis Pesantren Ummul Qura Tangerang Selatan.
Kegiatan ini juga menjadi momentum Tasyakuran Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional bagi dua tokoh besar Nahdlatul Ulama, yaitu Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang pada tahun ini resmi ditetapkan Pemerintah Republik Indonesia sebagai Pahlawan Nasional.
Acara dimulai pukul 19.00 WITA dengan kehadiran jamaah serta hiburan pra-acara melalui penampilan Hadrah Syababussalam. Setelah itu, jamaah melaksanakan Shalat Isya berjamaah yang dipimpin oleh imam tetap Musholla Al Ikhlas.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan:
- Pembacaan Sholawat Pembuka oleh Hadrah Syababussalam
- Tawasul dipimpin Kyai Subhan Feqih, Rais Syuriyah MWCNU Kuta Selatan
- Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh Denis Ramadana
- Menyanyikan Indonesia Raya dan Yalal Wathon, dipandu Ardania Auliyatun Nisa, kader Fatayat dan remaja masjid berprestasi tingkat nasional
Ketua Panitia, Ust. Achmad Rifa’i, dalam laporannya menyampaikan bahwa acara ini merupakan bentuk rasa syukur atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional, sekaligus upaya memperkuat kecintaan kepada NKRI melalui munajat dan dzikir bersama.
Tampak hadir dalam acara:
- Babinsa Koramil Kuta Utara
- Bhabinkamtibmas Polsek Kuta Utara
- Pembina Padasuka Bali, Ustad ki Eko Satrio, S.Psi., C.Ht.
- Ketua Padasuka Bali, Yudi Prasetyo
- Serta tamu undangan lainnya
Acara juga diisi sambutan dari:
- Ust. Suherman, Ketua Takmir Musholla Al Ikhlas
- Ust. Sujianto, Ketua MWCNU Kuta Selatan
- H. Budi Utomo, Ketua PCNU Kabupaten Badung
Puncak kegiatan berlangsung pukul 21.15 WITA, yaitu Tasyakuran & Munajat Cinta yang dipimpin langsung oleh KHR. Syarif Rahmat. Beliau menyampaikan tausiyah, doa munajat, serta doa khusus untuk para pahlawan bangsa dan keselamatan NKRI. Tradisi Surban Keliling turut menambah kekhidmatan suasana malam itu.
Acara resmi ditutup sekitar pukul 22.15 WITA dengan doa penutup, yang kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah bersama panitia dan jamaah.
Tiga Niat dalam Satu Acara
Panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar dengan tiga niat utama:
1. Bersyukur kepada Allah SWT atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada dua tokoh besar Nahdlatul Ulama: Mbah Kholil dan Gus Dur.
2. Melaksanakan munajat, dzikir, dan menimba ilmu dari KHR. Syarif Rahmat, ulama bersanad dan bernasab jelas.
3. Membantu Musholla Al Ikhlas dalam upaya pelunasan tanah tempat ibadah.
“Satu acara, tiga niat kita tunaikan. InsyaAllah membawa keberkahan,” ujar panitia dalam pernyataan resminya.
Terbuka untuk Umum dan Disiarkan Secara Live
Kegiatan “Munajat Cinta dari Bali untuk Indonesia” ini terbuka untuk umum dan turut disiarkan secara langsung, sehingga dapat diikuti masyarakat dari berbagai daerah. Acara ini menjadi wujud kontribusi umat Islam Bali dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, dan kecintaan terhadap NKRI.