Labuhanbatu, MBN Indonesia. Praktik bisnis haram peredaran narkoba jenis sabu kembali jadi sorotan publik. Kali ini, inisial HR alias Heri warga Desa Sei Kasih, Kecamatan Bilah Hilir mencuat sebagai sosok bandar narkoba yang diduga lihai menjalankan jaringan narkoba di wilayah tersebut.
Ironisnya, hingga saat ini HR disebut masih bebas berkeliaran dan melenggang tanpa rasa takut, meskipun aparat penegak hukum dari Satnarkoba Polres Labuhanbatu maupun Polsek Bilah Hilir jelas mengetahui keresahan warga.
Salah seorang warga setempat sebut saja Iwan (Lk 38) tahun ketika ditemui tim wartawan mengungkapkan, bahwa dugaan aktivitas peredaran narkoba Heri di Sei Kasih dan sekitarnya bukan sekadar kabar burung.
"Benar bang, nama Heri saat ini memang naik dan tenar sebagai bandar sabu. Sampai sekarang pun dia santai saja, tak ada takut-takutnya sama aparat penegak hukum (APH) padahal beberapa waktu yang lalu ada anggotanya yang kena tangkap sama polsek panai tengah terkait kasus ganja yang katanya dari Heri, mungkin karena sudah ada setoran, makanya aman-aman saja dan tidak ada pengembangan kasus,” ungkap Evan sambil bergegas pergi. Selasa, (24/2/2026).
Lanjut, Ida (Pr 41) tahun seorang ibu rumah tangga warga setempat mengatakan, "Heri dulu seorang pengusaha Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi yang sudah lama vakum, namun sekarang ini dirinya alih profesi di duga bandar narkoba, kalau orang abang agak lama di sini nanti abang bakal liat dan tau di jam-jam tertentu bakalan rame di tempatnya," tutur Ida yang aktif ikut pengajian di daerah itu.
Pernyataan warga ini kian memperkuat dugaan bahwa adanya pembiaran terhadap aktivitas peredaran narkoba Heri Bahkan, kabar miring soal “setoran” kepada pihak tertentu membuat keresahan semakin membuncah di tengah masyarakat.
Terakhir, warga berharap, Polsek Bilah Hilir di bawah pimpinan AKP Armen Faisal yang selalu tanggap dan respon keresahan masyarakat segera bertindak tegas, tidak ada alasan untuk membiarkan Heri terus menebar racun sabu di Sei Kasih yang dampaknya sudah begitu nyata merusak kehidupan sosial dan generasi penerus.
"jangan sampai masyarakat menganggap APH tak bernyali menghadapi para Bandar dan hanya menangkap pengedar narkoba di Sei Kasih ini, dan kalau dibiarkan, hal ini akan jadi preseden buruk di mata masyarakat,” tegas salah satu tokoh masyarakat.
Kini, bola panas ada di tangan aparat penegak hukum. Apakah mereka akan berani membuktikan komitmen dalam perang melawan narkoba, atau justru membiarkan Heri semakin leluasa mengedarkan sabu di wilayah Sei Kasih.
Terpisah, untuk perimbangan berita tim awak media menghubungi HR melalui Wassap mengatakan, " tidak benar semua itu, saya tidak ada terlibat dengan peredaran narkoba di Sei Kasih," pungkas HR.
Sementara, Kapolsek Bilah Hilir AKP Armen Faisal ketika di konfirmasi tim wartawan melalui pesan Wassap mengatakan, terimakasih infonya, segera akan kami tindak lanjuti untuk itu tim opsnal Unit Reskrim kami akan melibatkan fungsi Bhabinkamtibmas bersama tokoh Desa, tokoh masyarakat, agama, dan pemuda untuk membantu kami mengungkap para bandar dan jaringan narkoba di Sei Kasih, tegas Kapolsek Armen.*