Jakarta – Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), Willem Frans Ansanay, mendorong generasi muda Indonesia Timur untuk tampil sebagai motor perubahan sekaligus calon pemimpin bangsa di masa depan. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan buka puasa bersama yang diinisiasi komunitas pemuda Indonesia Timur di Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Willem menegaskan bahwa kawasan Indonesia Timur memiliki potensi besar, baik dari sisi kekayaan sumber daya alam maupun kekuatan budaya yang menjadi identitas masyarakat setempat. Namun, ia juga menyoroti bahwa tantangan utama yang masih dihadapi adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Indonesia Timur memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Budayanya kuat dan menyatu dengan alam. Namun, kita juga harus jujur bahwa tantangan terbesar kita ada pada kualitas SDM yang belum mendapatkan kesempatan yang merata seperti di wilayah lain,” ujar Willem Frans Ansanay.
Menurutnya, pembangunan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran aktif generasi muda, khususnya dari kawasan timur yang selama ini sering dianggap tertinggal. Ia menekankan pentingnya membuka akses, kesempatan, dan ruang yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia Timur untuk berkembang dan berkontribusi.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Willem mengapresiasi capaian putra-putri Indonesia Timur yang telah berhasil menempati posisi strategis di tingkat nasional. Ia menyebut hal tersebut sebagai bukti bahwa generasi muda dari kawasan timur memiliki kapasitas dan daya saing yang tidak kalah.
“Sudah banyak anak-anak bangsa dari Indonesia Timur yang berhasil menembus jabatan penting di tingkat nasional. Ini harus menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan percaya diri mengambil peran dalam pembangunan bangsa,” katanya.
Willem juga mengungkapkan bahwa kehadirannya dalam acara tersebut merupakan bentuk dukungan moral terhadap semangat generasi muda Indonesia Timur. Ia melihat adanya energi positif, keberanian, dan kepedulian terhadap kondisi sosial yang menjadi modal penting bagi lahirnya pemimpin masa depan.
“Saya melihat generasi muda Indonesia Timur hari ini punya semangat untuk berkembang, berani menyuarakan persoalan seperti kemiskinan dan ketidakadilan, serta memiliki keinginan untuk membangun daerahnya. Ini adalah modal besar untuk menjadi pemimpin bangsa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Willem menekankan pentingnya forum-forum kebersamaan seperti buka puasa bersama, halal bihalal, dan diskusi publik sebagai sarana memperkuat solidaritas dan persatuan. Ia menilai kegiatan semacam ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga ruang strategis untuk membangun jejaring dan memperkuat kontribusi generasi muda.
Dalam konteks kebangsaan, Willem Frans Ansanay juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan tingkat keberagaman yang sangat tinggi, baik dari sisi suku, agama, maupun budaya. Namun, keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan utama bangsa jika dikelola dengan baik.
“Kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia. Dengan lebih dari 17.000 pulau dan beragam latar belakang, kita tetap bisa bersatu karena memiliki dasar yang kuat, yaitu Pancasila. Ini adalah fondasi yang harus terus kita jaga,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran masyarakat Indonesia Timur dalam mengawal pembangunan di kawasan timur. Willem mendorong tokoh-tokoh asal Indonesia Timur yang telah berada di posisi strategis untuk tidak melupakan daerah asalnya dan ikut berkontribusi dalam pembangunan yang lebih merata.
Selain itu, ia mengingatkan agar perbedaan pandangan politik tidak menjadi sumber perpecahan. Menurutnya, narasi yang mendiskreditkan kelompok tertentu, termasuk masyarakat Indonesia Timur, harus dihentikan karena dapat merusak persatuan nasional.
“Jangan sampai perbedaan politik membuat kita saling meragukan atau mendiskriminasi. Semua anak bangsa, termasuk dari Indonesia Timur, memiliki hak dan kemampuan yang sama untuk berkontribusi membangun NKRI,” tegas Willem.
Dalam menghadapi dinamika nasional, Willem juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan memberikan dukungan konstruktif terhadap pemerintahan saat ini. Ia menilai stabilitas nasional menjadi kunci dalam mendorong pembangunan dan kemajuan Indonesia ke depan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menutup pernyataannya, Willem Frans Ansanay mengapresiasi komunitas pemuda Indonesia Timur yang telah menginisiasi kegiatan positif dan membangun. Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan sebagai wadah pengembangan kapasitas generasi muda.
“Kegiatan seperti ini harus terus didorong. Generasi muda Indonesia Timur harus punya ruang untuk tumbuh, bersatu, dan berkontribusi, baik untuk daerah maupun untuk Indonesia secara keseluruhan,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Willem juga menyampaikan dukungannya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dinilainya sebagai salah satu figur nasional yang berhasil menunjukkan kepemimpinan kuat dalam menjaga keamanan dan stabilitas negara.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan tokoh nasional tersebut menjadi bukti nyata bahwa putra-putri terbaik bangsa dari berbagai daerah, termasuk Indonesia Timur, mampu berkiprah di level tertinggi.
Sebagai penutup, Willem menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kepemimpinan nasional ke depan.
“Kita siap bekerja untuk Prabowo-Gibran dua periode. Merdeka,” tutupnya.