Home / Daerah

Young Engineers Festival 2026 Perkuat Kolaborasi Insinyur Muda ASEAN Menuju CAFEO 44

Media Bela Negara - 17 September 2026, 17:08 WIB

SIARAN PERS

Young Engineers Festival 2026 Perkuat Kolaborasi Insinyur Muda ASEAN Menuju CAFEO 44

JAKARTA — Young Engineers Festival (YEF) 2026 – Road to CAFEO 44 menjadi momentum memperkuat kolaborasi para insinyur muda di kawasan ASEAN dalam menghadapi tantangan pembangunan, mulai dari transformasi digital, transisi energi, perubahan iklim, hingga kebutuhan industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Mengusung tema “Engineering the Future: Driving Innovation, Sustainability, Green Jobs, and Inclusive Leadership for ASEAN”, YEF 2026 menjadi wadah bagi para insinyur muda untuk bertukar gagasan, membangun jejaring, sekaligus mendorong kolaborasi lintas negara dalam merespons perubahan yang berlangsung cepat di kawasan ASEAN.

Chairperson of Committee CAFEO 44 sekaligus Executive Director Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ir. Santhi Serad, M.Sc., IPU., ASEAN Eng., dalam opening speech menegaskan bahwa masa depan ASEAN tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan para insinyur dalam memahami aspek kemanusiaan, keberlanjutan, serta membangun kolaborasi lintas negara.

“ASEAN adalah kawasan yang dinamis dan beragam, yang dipersatukan oleh aspirasi bersama untuk perdamaian, kemakmuran, dan kemajuan berkelanjutan,” ujar Santhi.

Menurutnya, ASEAN memiliki potensi besar yang ditopang oleh populasi muda, pertumbuhan ekonomi, serta kekayaan sumber daya alam dan budaya. Namun, kawasan ini juga menghadapi tantangan bersama, antara lain perubahan iklim, transisi energi, urbanisasi yang cepat, transformasi digital, serta ketimpangan akses terhadap berbagai peluang.

“Tantangan-tantangan ini tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja. Hal ini membutuhkan para insinyur ASEAN untuk bekerja sama, berbagi pengetahuan, dan menciptakan solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat dan planet kita,” katanya.

Santhi menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan hijau harus berjalan seiring dengan penciptaan pekerjaan yang layak, sementara kepemimpinan di bidang teknik perlu memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda, perempuan, dan berbagai kelompok masyarakat.

“Para insinyur muda bukan hanya pemimpin masa depan. Kalian sudah menjadi inovator, pemecah masalah, dan agen perubahan saat ini,” tuturnya.

Hadapi Perubahan Teknologi dan Dunia Keinsinyuran

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Dr. Ir. Teguh Haryono, dalam opening speech menyoroti perubahan besar yang tengah berlangsung di dunia keinsinyuran, terutama seiring berkembangnya kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan otomatisasi.

Perkembangan tersebut turut menggeser batas-batas tradisional dalam disiplin ilmu teknik. Dunia modern, kata Teguh, tidak hanya membutuhkan insinyur dengan kemampuan teknis yang kuat, tetapi juga sosok yang mampu menjadi pelopor keberlanjutan, pemimpin transformasi teknologi, serta penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Dalam konteks tersebut, Teguh mengapresiasi tema YEF 2026 yang dinilai relevan dengan tantangan dan perubahan yang dihadapi dunia keinsinyuran saat ini.

Dari Dialog Menuju Kolaborasi Konkret

Chairperson of the Young Engineers Festival 2026, Ir. Rifqi Taufiqurrahman, S.T., M.T., CEM, mengatakan YEF 2026 dirancang sebagai ruang untuk bertukar gagasan sekaligus membangun kolaborasi antarsesama insinyur muda di kawasan ASEAN.

“Kita berkumpul dengan semangat bersama untuk merekayasa masa depan melalui teknologi, keberlanjutan, penciptaan lapangan kerja, dan pembangunan yang inklusif bagi ASEAN,” ujar Rifqi.

Menurut Rifqi, perkembangan teknologi, transisi energi, digitalisasi, dan pembangunan berkelanjutan telah mengubah cara masyarakat hidup dan bekerja. Karena itu, peran engineer tidak lagi terbatas pada pengembangan solusi teknis, tetapi juga memastikan inovasi mampu menciptakan peluang yang berkelanjutan dan memberikan dampak berarti bagi masyarakat.

“Melalui festival ini, kami berharap para insinyur muda dapat belajar, membangun koneksi, bertukar gagasan, berkolaborasi, dan bersama-sama membangun masa depan,” katanya.

Ia berharap YEF 2026 menjadi titik awal bagi terbangunnya hubungan dan kolaborasi yang lebih kuat di antara para insinyur muda di seluruh kawasan ASEAN.

Rifqi juga mengajak seluruh peserta untuk berpartisipasi aktif, menyampaikan perspektif dan gagasan, serta membangun koneksi satu sama lain.

“Sebab, masa depan dunia keinsinyuran dan masa depan ASEAN akan dibentuk oleh apa yang kita pilih untuk bangun dan bagaimana kita memilih untuk berkolaborasi bersama,” tuturnya.

Road to CAFEO 44 di Bandung

YEF 2026 merupakan bagian dari rangkaian Road to CAFEO 44, sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat konektivitas antargenerasi dan antarorganisasi profesi engineering di kawasan ASEAN.

Kolaborasi yang dibangun melalui YEF diharapkan dapat berkembang dalam berbagai bidang, termasuk teknologi, energi, digitalisasi, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

Rangkaian menuju CAFEO 44 juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kompetensi profesional, praktik etika keinsinyuran, mobilitas profesional di kawasan, program mentoring, serta kolaborasi lintas batas negara.

Melalui YEF 2026, para insinyur muda ASEAN diharapkan tidak hanya memperoleh ruang untuk bertemu dan bertukar gagasan, tetapi juga membangun kerja sama konkret yang dapat memberikan dampak bagi masyarakat.

Dengan semangat innovation, sustainability, green jobs, and inclusive leadership, YEF 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi generasi muda keinsinyuran dalam mendorong pembangunan ASEAN yang inovatif, berkelanjutan, dan inklusif menuju CAFEO 44 di Bandung.

Share :

google.com, pub-1323206817749951, DIRECT, f08c47fec0942fa0

TERPOPULER


Lainnya